Rabu, 12 Agustus 2020

Tunarungu


A. PENGERTIAN TUNARUNGU
      
         Istilah tunarungu diambil dari kata “tuna” dan “rungu”, tuna artinya kurang dan rungu artinya             pendengaran. Orang dikatakan tunarungu apabila ia tidak mampu mendengar atau kurang mampu         mendengar suara yang pada umumnya ada pada ciri fisik orang tunarungu. 

        Tunarungu adalah seseorang yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar     baik sebagian atau seluruhnya yang diakibatkan karena tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat     pendengaran, sehingga ia tidak dapat menggunakan alat pendengaranya dalam kehidupan sehari-hari     yang membawa dampak terhadap kehidupannya secara kompleks. 

        Menurut Donald F. Morees (1978:3) dalam Murni Winarsih (2007), mendefinisikan tunarungu             sebagai berikut: 
     Hearing impairment a generic term indicating a hearing disability that may range in severty from         mild to profound it concludes hearing disability preclude succesfull processing of linguistic                     information through audition, with or without a hearing aid. A hard of hearing is one who generally      with use of hearing aid, hs residual hearing sufficient to enable succesfull processing og linguistic         information through audition. 

        Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwa tunArungu adalah suatu istilah umum yang                     menunjukan kesulitan mendengar atau tuli yang memiliki kehilangan pendengaran. 


B. CIRI-CIRI TUNARUNGU 

    1) Dalam segi fisik:
        a) Cara berjalannya kaku dan anak membungkuk. 
        Hal ini disebabkan terutama terhadap alat pendengaran.
        b) Gerakan matanya cepat agak beringas. 
        Hal ini menunjukkan bahwa ia ingin menangkap keadaan yang ada di sekelilingnya.
        c) Gerakan kaki dan tangannya sangat cepat atau kidal. 
        Hal tersebut tampak dalam mengadakan komunikasi dengan gerak isyarat.
        d) Pernafasannya pendek dan agak terganggu. 

    2) Ciri khas dari segi intelegensi
        Intelegensi merupakan faktor yang sangat penting dalam belajar, meskipun disamping itu ada                 faktor – faktor lain yang dapat diabaikan. begitu saja seperti kondisi kesulitan, faktor lingkungan            intelegensi merupakan motor dari perkembangan siswa. 

    3) Ciri – ciri dari segi sosial
        a) Perasaan rendah diri dan merasa diasingkan oleh keluarga atau masyarakat.
        b) Perasaan cemburu dan salah sangka diperlakukan tidak adil
        c) Kurang menguasai irama gaya bahasa. 

    4) Ciri – Ciri khas dari segi emosi
        Kekurangan bahasa lisan dan tulisan seringkali menyebabkan
        siswa tuna rungu akan menafsirkan sesuatu negative atau salah dalam hal pengertiannya. Hal ini            disebabkan karena tekanan pada emosinya 

C. KLASIFIKASI TUNARUNGU 

    1  0 db : 
        Menunjukan pendengaran yang optimal 

    2. 0 – 26 db : 
        Menunjukan seseorang masih mempunyai pendengaran yang optimal 

    3. 27 – 40 db : 
        Mempunyai kesulitan mendengar bunyi – bunyi yang jauh, membutuhkan tempat duduk yang                strategis letaknya dan memerlukan terapi bicara . 
        ( tergolong tunarungu ringan ) 

    4. 41 – 55 db : 
        Mengerti bahasa percakapan, tidak dapat mengikuti diskusi kelas, membutuhkan alat bantu dengar         dan terapi bicara 
        ( tergolong tunarungu sedang ) 

    5. 56 – 70 db : 
        Hanya bisa mendengar suara dari jarak yang dekat, masih punya sisa pendengaran untuk belajar             bahasa dan bicara dengan menggunakan alat Bantu dengar serta dengan cara yang khusus.                     (tergolong tunarungu berat ) 

    6. 71 – 90 db : 
        Hanya bisa mendengar bunyi yang sangat dekat, kadang – kadang dianggap tuli, membutuhkan             pendidikan khusus yang intensif, membutuhkan alat Bantu dengar dan latihan bicara secara                    khusus. 
        ( tergolong tunarungu berat ) 

    7. 91 db : 
        Mungkin sadar akan adanya bunyi atau suara dan getaran, banyak bergantung pada penglihatan             dari pada pendengaran untuki proses menerima informasi dan yang bersangkutan diangap tuli 
        ( tergolong tunarungu berat sekali ) 


D. MENGIDENTIFIKASI, ASSESMEN DAN INTERVESI DINI 

           Istilah identifikasi dimaknai sebagai proses penjaringan dan menemukan anak yang mempunyai      kelainan atau masalah. Identifikasi dilakukan oleh orangtua, guru atau anggota keluarga lain. Proses      identifikasi melakukan proses terhadap penyimpangan dengan memperhatikan gejala awal. 

            Assesmen adalah suatu proses pengumpulan informasi tentang seorang anak yang digunakan         untuk mempertimbangan dan keputusan yang digunakan untuk membuat pertimbangan dan                    kebutuhan yang berhubungan dengan anak tersebut. 

            Intervensi dini suatu kegiatan edukatif dengan memberikan pengaruh dengan layanan –layanan     khusus pada anak yang mengalami masalah atau gangguan. Intervensi diawali dengan stimulasi dini     yang melakukan perubahan terhadap anak dan tidak memandang anak sebagai manusia yang                 memiliki potensi dan berbagai keinginan serta peran orangtua untuk mengikuti intruksi-intruksi yang     diberikan oleh terapis. 

            Merujuk pengertian assessmen, maka petugas atau orang yang melakukan assesmen dapat             mengetahui informasi anak kelainan tersebut dan dilanjutkan dengan kegiatan identifikasi. Kegiatan     identifikasi dan intervensi dini didasari pada anggapan anak yang mengalami hambatan dapat diatasi     dengan cepat jika gejala awal sudah diketahui. Ada beberapa intervensi anak tunarungu diantaranya : 
    a) Intervensi dini secara medis yang dilakukan oleh dokter anak, dokter THT dan audiologi melalui             pengukuran dejarat ketulian 
    b) Intervensi dini secara prostetik dengan memberikan alat bantu dengar sesuai dengan derajat                     ketulian 
    c) Intervensi dini secara habilitatif dengan memberikan pemerolehan bahasa kepada anak melalui             pendidikan bahasa lisan melalui pemberian stimulasi atau rangsangan kepada anak tunarungu. 


E. KOMUNIKASI UNTUK TUNARUNGU 

            Mayoritas mengenai penyandang tunarungu lebih nyaman berkomunikasi dengan menggunakan     bahasa isyarat dikarnakan karena keterbatasan yang mereka miliki, mereka merasa lebih dihargai.         Sebagai orang yang dapat mendengar, alangkah eloknya jika kita menghargai orang yang berkelainan     dengan ikut menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi dengan orang penyandang tunarungu.     Jika betul dipelajari sebenarnya mudah untuk praktek. Dasar penggunaan bahasa isyarakt ada tiga,         yaitu expresi, oral dan gerak tangan 

            Dengan bahasa isyarat kita membantu orang penyandang tunarungu dalam berkomunikasi.             Karena pada dasarnya orang penyandang tunarungu masih mengalami sisi kesulitan dalam merangkat     kata atau peletakan kata baik dalam pengucapan, maupun dalam penulisan. 

            Kemapuan komunikasi yang dimiliki tunarungu terbatas dalam menyampaikan pemikiran,             perasaan, gagasan, kebutuhan, dan kehendaknya pada orang lain seperti perkataan. Pada remaja             tunarungu menggunaan komunikasi khusus yaitu menggunakan isyarat, gerak bibir, ejaan jari, mimic     atau gesture, serta pemampaan sisa pendengaran dengan menggunakan alat bantu atau hearing aid. 

            Untuk komunikasi anak tunarungu tidak berbeda dengab anak yang bisa mendengar, yaitu             bentuk komunikasi expresif dan reseftif. Komunikasi expresif meliputi berbicara, berisyarat, berejaan     jari, menulis dan mimik. Sedangkan komunikasi reseftif meliputi membaca ujaran, membaca isyarat,     membaca ejaan jari, membaca mimik, serta pemanfaatan sisa pendengaran dengan alat bantu.                  Komunikasi tersebut digunakan dengan menggunakan kode, yaitu cara verbal dan non verbal.

F. PELAYANAN PENDIDIKAN UNTUK TUNARUNGU

            Pelayanan pendidikan untuk anak tunarungu tentu saja berbeda dengan anak normal yang tidak mengalami hambatan apapun. Anak tunarungu sebaiknya mendapatkan pelayanan pendidikan di Sekolah Inklusi dan Sekolah Khusus. agar mereka dapat dipersiapkan menjadi pribadi yang mandiri.

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Soal Matematika Online SMA

 Silahkan kerjakan soal - soal berikut ini : Memuat…